Direksi Baru Telkom dan Peluang AI untuk UMKM

AI untuk Jasa Akuntansi Indonesia: Keuangan Digital••By 3L3C

Pergantian direksi Telkom bisa mengubah arah AI dan digitalisasi untuk UMKM. Ini saat yang tepat bagi kantor akuntan mempersiapkan layanan keuangan digital berbasis AI.

TelkomAI untuk UMKMjasa akuntansikeuangan digitaltransformasi digitalBUMNakuntansi berbasis AI
Share:

Telkom Ganti Direksi: Sinyal Serius ke Arah AI dan UMKM

12/12/2025, Telkom menggelar RUPSLB di The Telkom Hub, Jakarta, dan mengangkat jajaran direksi serta komisaris baru. Buat sebagian orang, ini “cuma” berita korporasi. Buat pemilik UMKM dan kantor jasa akuntansi? Ini bisa jadi sinyal arah baru ekosistem digital Indonesia, terutama soal AI, keuangan digital, dan dukungan bagi UMKM.

Telkom adalah tulang punggung infrastruktur digital Indonesia. Kalau Telkom mengubah komposisi direksi dan komisaris, biasanya ada pergeseran fokus strategi: dari cara mereka bangun jaringan, sampai produk digital yang akan didorong agresif. Dan di 2025, jujur saja, fokus itu hampir pasti menyentuh AI, cloud, dan otomasi proses bisnis.

Saya melihat momen ini relevan banget untuk seri “AI untuk Jasa Akuntansi Indonesia: Keuangan Digital”. Karena ketika pemain besar seperti Telkom mengarah ke AI dan digitalisasi, kantor akuntan dan UMKM yang bergerak cepat biasanya jadi yang paling diuntungkan duluan.


Apa Arti RUPSLB Telkom untuk Ekosistem AI & UMKM?

Perubahan direksi dan komisaris di BUMN besar seperti Telkom biasanya mencerminkan tiga hal utama:

  1. Penajaman fokus bisnis – contoh: dari sekadar operator telekomunikasi menjadi penyedia solusi digital dan data.
  2. Dorongan inovasi – termasuk AI, big data, dan layanan digital untuk segmen korporasi dan UMKM.
  3. Penguatan tata kelola – supaya ekspansi bisnis digital tetap sehat dan berkelanjutan.

Kalau dikaitkan ke UMKM dan jasa akuntansi, efek paling terasa ada di:

  • Akses internet dan cloud yang lebih stabil dan terjangkau.
  • Munculnya platform digital baru untuk keuangan, akuntansi, dan pembayaran.
  • Program pendampingan dan pelatihan digital untuk UMKM.

Setiap perubahan strategi Telkom pada level direksi biasanya berujung pada paket produk baru dan kolaborasi yang menyentuh langsung pelaku UMKM.

Jadi, walaupun kita belum lihat detail resmi visi masing-masing direksi baru, arahnya cukup jelas: jika Telkom ingin relevan di 5–10 tahun ke depan, mereka harus serius di AI dan digitalisasi sektor riil, termasuk UMKM.


Dari Infrastruktur ke Solusi: Kenapa UMKM Perlu Peduli

Jawabannya singkat: karena masa depan omzet UMKM akan sangat ditentukan oleh seberapa digital dan terukur keuangannya. Dan di situ, peran Telkom sebagai penyedia fondasi digital jadi krusial.

1. Jaringan Lebih Kuat, AI Lebih Mungkin

AI butuh tiga hal: data, komputasi, dan konektivitas. Dua yang terakhir sangat terkait dengan Telkom.

Jika strategi direksi baru Telkom mempercepat:

  • perluasan fiber ke kota-kota tingkat dua dan tiga,
  • penguatan data center dan layanan cloud,

maka kantor akuntan kecil di Kendal atau UMKM di Parepare akan punya kesempatan yang sama untuk memakai software akuntansi berbasis AI seperti kantor di Jakarta.

2. Dari Internet ke Platform Bisnis

Telkom sudah punya jejak di:

  • solusi IoT dan big data,
  • platform digital untuk UMKM,
  • kerja sama dengan fintech dan perbankan.

Dengan direksi baru, sangat mungkin fokus ini diarahkan lebih tajam ke platform bisnis end-to-end: dari promosi, transaksi, sampai pencatatan dan pelaporan keuangan otomatis.

Bagi kantor jasa akuntansi, ini kabar bagus. Artinya akan semakin banyak klien UMKM yang sudah:

  • terbiasa memakai aplikasi,
  • punya data transaksi digital,
  • siap dihubungkan ke sistem akuntansi dan pajak berbasis AI.

Peluang Khusus: AI untuk Jasa Akuntansi di Era Telkom Baru

Buat kantor akuntan, notaris pajak, dan konsultan keuangan, perubahan di Telkom ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum repositioning layanan. Bukan lagi hanya pembukuan manual dan laporan tahunan, tapi layanan keuangan digital berlapis AI.

1. Pembukuan Otomatis Berbasis Cloud

Dengan infrastruktur Telkom yang makin kuat, penggunaan aplikasi akuntansi cloud jadi jauh lebih nyaman:

  • Transaksi dari marketplace, POS, dan e-wallet otomatis masuk ke jurnal.
  • AI mengklasifikasikan transaksi (misalnya: penjualan, biaya iklan, ongkir).
  • Laporan laba rugi dan arus kas bisa muncul harian atau mingguan.

Kantor akuntan yang adaptif bisa menjual paket:

  • “Pembukuan Otomatis untuk UMKM”: integrasi sistem + review bulanan.
  • “Keuangan Digital & Dashboard Bisnis”: laporan keuangan plus dashboard visual yang diakses lewat web.

2. Pelaporan Pajak Lebih Cepat dan Akurat

Telkom yang memperkuat sisi digital bisa mendorong integrasi lebih baik antara:

  • aplikasi akuntansi,
  • sistem e-faktur dan e-bupot,
  • sistem perpajakan nasional.

AI di sini membantu:

  • mendeteksi potensi salah klasifikasi pajak,
  • mensimulasikan skenario pajak (misal omzet naik 20%),
  • mengingatkan jatuh tempo pembayaran dan pelaporan.

Kantor akuntan bisa menawarkan “Pajak AI-ready”: klien tinggal fokus bisnis, tim Anda dan sistem AI yang mengurus konsistensi data dan kepatuhan.

3. Dukungan Audit dan Konsultasi Berbasis Data

Audit tidak lagi hanya cek dokumen fisik. Dengan digitalisasi:

  • Data transaksi bisa dianalisis AI untuk mendeteksi pola aneh: duplikasi, mark up, atau transaksi di luar jam normal.
  • Risiko fraud bisa dipetakan lebih awal.

Di sisi lain, konsultan keuangan bisa memakai AI untuk:

  • memproyeksikan arus kas 6–12 bulan ke depan,
  • mensimulasikan dampak penambahan karyawan, sewa ruko baru, atau ekspansi cabang,
  • memberi rekomendasi berbasis data, bukan sekadar feeling.

Semua ini sangat terbantu kalau infrastruktur digital (internet, cloud, data center) stabil—dan di sinilah strategi baru Telkom jadi penting.


Bagaimana UMKM Bisa Menyambut Arah Baru Telkom

Kalau Anda pelaku UMKM atau mengelola kantor akuntan yang banyak melayani UMKM, ada beberapa langkah praktis yang bisa mulai disiapkan dari sekarang.

1. Rapikan Data Keuangan Sejak Dini

AI only as good as the data.

Mulai dari hal sederhana:

  • Pisahkan rekening pribadi dan rekening usaha.
  • Biasakan semua transaksi pakai transfer, QRIS, atau POS yang tercatat.
  • Simpan bukti transaksi dalam bentuk digital (scan atau foto yang rapi).

Semakin rapi data, semakin mudah ketika nanti Anda ingin:

  • menghubungkan ke aplikasi akuntansi berbasis AI,
  • mengajukan pinjaman modal ke bank atau fintech,
  • mengikuti program pendampingan digital dari Telkom atau mitra lain.

2. Pilih Tools yang Berbasis Cloud dan Terbuka Integrasi

Cari aplikasi yang:

  • bisa diakses dari mana saja,
  • memiliki API atau integrasi ke marketplace, bank, dan aplikasi pajak,
  • punya roadmap pengembangan fitur AI (misalnya rekomendasi keuangan otomatis atau klasifikasi transaksi otomatis).

Semakin terbuka aplikasinya, semakin mudah nantinya ketika Telkom, bank, atau pihak lain menghadirkan platform baru untuk UMKM.

3. Bangun “Keuangan Digital” Sebagai Nilai Jual Kantor Akuntan

Untuk kantor akuntan, ini momen bagus untuk rebranding:

Daripada hanya “Jasa Pembukuan & Pajak”, mulai geser ke:

  • “Solusi Keuangan Digital UMKM”
  • “Akuntansi + AI untuk UMKM Naik Kelas”

Bisa dengan cara:

  • Menyusun paket layanan berbasis langganan bulanan.
  • Meng-educate klien lewat webinar singkat tentang manfaat AI di akuntansi.
  • Menawarkan audit ringan atas data digital mereka sebagai bonus awal.

Apa yang Mungkin Dilakukan Direksi Telkom ke Depan?

Kita belum punya daftar program resmi yang akan dijalankan direksi dan komisaris baru Telkom. Tapi pola industri dan kebutuhan pasar cukup jelas. Beberapa hal yang sangat masuk akal untuk didorong:

1. Program Pendampingan UMKM Digital

Telkom sudah punya rekam jejak program UMKM, dan dengan tekanan persaingan serta arahan pemerintah, kemungkinan besar akan ada:

  • akselerator UMKM digital fokus sektor tertentu (F&B, fashion, jasa),
  • paket bundling internet + aplikasi kasir + aplikasi akuntansi,
  • edukasi tentang keamanan data dan literasi keuangan digital.

2. Ekosistem Data dan AI Terbuka

Satu langkah strategis: membuka ekosistem data dan AI yang bisa dimanfaatkan startup, kantor akuntan, dan penyedia solusi keuangan.

Contohnya:

  • API untuk analisis transaksi UMKM (dengan tetap menjaga privasi),
  • fitur AI bawaan di platform Telkom untuk analitik sederhana,
  • marketplace aplikasi mitra yang bisa dipakai UMKM.

Kantor akuntan yang sigap bisa menempatkan diri sebagai partner implementasi: membantu UMKM memilih, mengonfigurasi, dan memakai tools AI secara benar.

3. Kolaborasi dengan Profesi Akuntan

Direksi baru yang punya mindset ekosistem kemungkinan akan menggandeng:

  • IAI (Ikatan Akuntan Indonesia),
  • asosiasi konsultan pajak,
  • komunitas akuntan muda,

untuk menyusun standar praktik akuntansi digital dan audit berbasis data.

Ini kesempatan besar buat profesional akuntansi untuk terlibat, bukan sekadar jadi pengguna akhir teknologi.


Menyambut 2026: Saatnya Kantor Akuntan Naik Kelas Digital

Pergantian direksi dan komisaris Telkom di RUPSLB 12/12 ini bukan cuma kabar untuk investor. Buat pelaku jasa akuntansi dan UMKM, ini sinyal bahwa fase berikutnya transformasi digital Indonesia akan banyak menyentuh:

  • AI dalam keuangan dan akuntansi,
  • infrastruktur cloud yang makin mudah dijangkau,
  • kolaborasi lintas sektor untuk mengangkat UMKM.

Kalau Anda menunggu sampai semua program dan produk resmi diluncurkan baru mulai adaptasi, Anda akan selalu jadi pengguna paling belakang. Jauh lebih bagus mulai hari ini:

  • bereskan data keuangan,
  • pilih tools keuangan digital yang siap diintegrasikan dengan AI,
  • posisikan kantor akuntan Anda sebagai mitra strategis dalam transformasi digital klien, bukan sekadar penginput angka.

AI untuk jasa akuntansi Indonesia bukan lagi wacana. Dengan pemain besar seperti Telkom yang menguatkan arah ke layanan digital, pertanyaannya bukan “apakah” Anda akan pakai AI, tapi “seberapa cepat” Anda siap memanfaatkannya untuk UMKM yang Anda layani.